Auditing adalah proses sistematis pengumpulan bukti objektif adanya peristiwa ekonomi, dengan tujuan menyelaraskan tingkat pelaporan dengan kriteria yang ditetapkan, mengirimkan hasilnya kepada pengguna. dan juga untuk menyatakan pendapat atas kebenaran laporan keuangan, sesuai dengan prinsip akuntansi. Bukti audit adalah informasi yang digunakan oleh auditor untuk menentukan informasi apa selama periode audit yang biasanya disajikan dengan kriteria yang ada. Auditor membutuhkan bukti audit sebagai pendahuluan untuk opini yang berkualitas tinggi dan andal. Bukti dapat diperoleh dengan beberapa cara, yaitu dengan pemeriksaan, pengamatan, permintaan keterangan dari pihak yang berkepentingan dan konfirmasi atas laporan yang sebelumnya diserahkan kepada auditor.
Tujuan bukti adalah untuk mendukung pengambilan keputusan
dengan mempertimbangkan probabilitas,
dan kedua, tujuan bukti adalah untuk membantu menentukan prosedur
audit, jika prosedur tersebut konsisten
dengan asersi dan risiko penilaian.
Ada 2 jenis bukti audit, yaitu data akuntansi dan data
informasi konsolidasi. Data
akuntansi memiliki 2 isi:
pengendalian internal dan
catatan akuntansi, dan informasi
lainnya. Konsolidasi memiliki 6
isi yaitu bukti fisik, bukti dokumenter. , perhitungan, kesaksian lisan, perbandingan dan
rasio, dan kesaksian dari para ahli. Dengan memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bukti dan hasilnya, kita dapat menemukan betapa pentingnya bukti bagi auditor selama audit |