• 09.00 s.d. 18.00

Keuangan syariah merupakan tata kelola keuangan yang berdasarkan prinsip syariah yang telah jelas apa yang dapat dilakukan dan apa yang dilarang. Keuangan syariah dapat menjadi pendorong keuangan nasional jika dijalankan dengan baik dan sesuai termasuk dalam sistem kontrak. Sobana (2018) menjelaskan dalam keuangan syariah dan konvensional memiliki time value of money (TVM).

TVM Ekonomi Konvensional

Dalam ekonomi konvensional diakui bahwa nilai waktu menjadi bagian yang penting dari bisnis dan tujuannya adalah laba dengan menerapkan konsep nilai waktu yang dalam pengelolaannya. Perhitungannya ialah sebagai berikut:

a) Tingkat bunga

Pandangan konvensionak beranggapan bahwa kesempatan menyimpan uang yang diterima sekarang dalam bentuk investasi dan memperoleh bunga, dengan kepastian arus kas bunga bisa digunakan untuk menyatakan nilai waktu dari uang dan dibayarkan pada waktu tertentu. Tingkat bunga dibagi menjadi 2 yakni:

1) Tingkat bunga sederhana, merupakan bunga yang diterima atau dibayarkan berdasarkan nilai pokok yang dipinjam berdasarkan periode waktu tertentu.

2) Tingkat bunga majemuk, adalah bunga yang diterima atau dibayarkan dari pinjaman yang ditambahkan pada nilai pokok secara periodeik. Hal ini berarti bunga dari pokok pinjaman akan dikenakan bunga pada periode berikutnya.

b) Nilai yang akan datang (future value)

Future value berarti nilai di masa datang dan dihitung dengan bunga majemuk dengan asumsi bunga didapatkan dari investasi dan diinvestasikan kembali, bukan untuk dikonsumsi.

c) Nilai sekarang (present value)

Present value merupakan besar jumlah awal periode atau dasar tingkat bunga tertentu dari sejumlah uang yang akan diterima beberapa periode mendatang. Mencari nilai ini dengan proses diskonto yang merupakan proses menghitung nilai sekarang dari sejumlah uang yang aakan diperoleh atau dibayarkan.

TVM Perspektif Syariah

Konsep nilai waktu saat ini lebih berharga dari uang pada waktu mendatang. Terdapat beberapa prinsip yakni:

a) Uang kehilangan nilai dari waktu ke waktu

Daya beli yang terus menurun disebabkan oleh inflasi sehingga nilai sekarang lebih berharga daripada mendatang.

b) Uang memiliki biaya kesempatan

Jika seseorang ada uang hari ini, ia dapat menginvestasikan untuk usaha tertentu sehingga akan meningkatkan jumlah uang, dalam hal ini pendapatan bunga adalah salah satu biaya kesempatan dari uang, pendapatan berbasis bunga dilarang dalam ekonomi syariah. Terdapat asas wujudnya nilai waktu yang dalam ekonomi syariah yakni:

1) Konsep keutamaan nilai waktu

Waktu memiliki nilai komersial dalam ekonomi syariah dan konvensional. Dalam ekonomi syariah tidak membolehkan riba. Apa yang diterima oleh Islam tentang konsep positive time preference merupakan waktu kini yang lebih bernilai daripada waktu mendatang yang menyebabkan penggunaan barang waktu sekarang lebih utama daripada mendatang.

2) Kebolehan menaikkan harga barang disebabkan oleh tanggungan

Menaikkan harga dibolehkan yang disebabkan oleh tangguhan mengimplikasikan waktu memiliki nilai ekonomi yang bisa diberikan imbalan dalam bentuk uang. Menaikkan harga barang disebabkan faktor penangguhan bayaran yang terjadi dalam berbagai kegiatan jual beli dan transaksi bertangguh tidak dibenarkan. TVM berhubungan dengan riba karena waktu diberikan nilai harga sendiri dan menyebabkan terjadinya riba dan bunga pada ekonomi konvensional. Ekonomi syariah menganggap uang bukan komoditas, dan nilai waktu uang dalam mendapatkan riba tidak dibolehkan.

Pada akhirnya setiap transaksi ekonomi memiliki aturan main termasuk aturan main syariah. Ketika bisa dilaksanakan bukan tidak mungkin perekonomian dapat meningkat dan terhindar dari segala hambatan dan resesi.

 Copyright stekom.ac.id 2018 All Right Reserved