• 09.00 s.d. 18.00

Teori Struktur Modal

Keuangan syariah merupakan tata kelola keuangan yang berdasarkan prinsip syariah yang telah jelas apa yang dapat dilakukan dan apa yang dilarag. Keuangan syariah dapat menjadi pendorong keuangan nasional jika dijalankan dengan baik dan sesuai termasuk dalam sistem kontrak. Sobana (2018) menjelaskan dalam pelaksanaan keuangan syariah, terdapat istilah teori struktur modal. Struktur modal adalah proporsi atau bauran penggunaan modal dan utang dalam memenuhi keperluan dana persuahaan. Terdapat teori terkait yakni:

1) Teori pendekatan tradisional

Teori ini berpendapat bahwa adanya struktur modal yang optimal yang berarti memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan, yakni bisa berubah-ubah untuk memperoleh niai perusahaan yang optimal.

2) Teori pendekatan Modigliani dan Miller (MM)

Teori ini menganggap struktur modal tidak relevan dan tidak mempengaruhi nilai perusahaan dengan asumsi:

Ø Tidak terdapat agency cost dan pajak;

Ø Investor bisa berutang dengan suku bunga yang sama denga perusahaan;

Ø Investor memiliki informasi yang sama dengan manajemen tentang prospek perusahaan kedepan;

Ø Tidak ada biaya kebangkrutan;

Ø Earning before interest and taxes tidak dipengaruhi oleh penggunaan utang;

Ø Investor adalah price taker;

Ø Jika terjadi kebangkrutan, aset bisa dijual pada harga pasar.

3) Tori trade off

Teori ini mengatakan perusahaan akan berutang hingga tingkat utang tertentu yaitu oenghematan pajak dari tambahan utang=biaya kesulitan keuangan yang merupakan biaya kebangkrutan dan keagenan yang naik karena kredibitas perusahaan yang turun. Dalam teori ini terdapat beberapa faktor yaitu pajak, biaya agen. Dan biaya kesulitan keuangan.

4) Teori pecking order

Teori ini mengatakan bahwa perusahaan dengan profitabilitas tinggi memiliki utang rendah karena perusahaan mempunyai sumber dana internal yang berlimpah.

Urutan dalam memilih sumber pendanaan antara lain:

Ø Perusahaan lebih memilih menggunakan sumber dana dari dalam atau pendanaan internal daripada eksternal. Dana didapatkan dari laba ditahan yang dihasilkan dari kegiatan operasional;

Ø Jika pendanaan eksternal diperlukan, perusahaan akan memilih sekuritas yang teraman yaitu utang yang terendah risikonya, turun ke utang yang lebih berisiko, sekuritas hybrid seperti obligasi konversi, saham preferen, dan saham biasa;

Ø Terdapat kebijakan deviden konstan yakni perusahaan akan menetapkan pembayaran deviden yang konstan dan tidak terpengaruh besar perusahaan;

Ø Untuk mengantisipasi persediaan kas yang kurang karena deviden dan kesempatab investasi, perusahaan akan mengambil portofolio investasi lancar yag tersedia.

5) Teori asimetri informasi dan signaling

Teori ini mengatakan pihak berkaitan dengan perusahaan tidak memiliki informais yang sama tentang prospek dan risiko perusahaan.

6) Teori keagenan.

Teori ini berpendapat struktur modal disusun untuk mengurangi konflik antarkelompok kepentingan. Terdapat kecenderungan manajer menahan sumber daya sehingga memiliki kontrol atas sumber daya tersebut.

Biaya Modal

Biaya modal berarti tingkat pengembalian berdasarkan nilai pasar dari korporasi yang dilihat dari saham beredar. Terdapat beberapa elemen dalam biaya modal yakni:

Ø Biaya modal ekuitas, mengatur pengembalian saham biasa korporasi terutama caloin investor;

Ø Biaya surat utang, biaya yang dikenakan pajak bisa mempengaruhi internal rate of return ketika jatuh tempo tiba;

Ø Biaya saham preferensi, yakni biaya modal yang merupakan fungsi dari besarnya deviden karena saham preferen tidak mempunyai jatuh tempo.

Ø Biaya menghasilkan laba ditahan, yakni menghasilkan laba ditahan tidak berkaitan dengan biaya saham biasa tetapi berkaitan dengan biaya permodalan yang menghasilkan laba.

 Copyright stekom.ac.id 2018 All Right Reserved