• 09.00 s.d. 18.00

Istilah publikasi ilmiah tentu sudah tidak asing lagi di kalangan akademisi, khususnya dosen dan peneliti. Saat ini, publikasi ilmiah terus digencarkan di perguruan tinggi guna meningkatkan kualitas institusi, mendorong produktivitas dosen, dan lain-lain.

Tak hanya dosen yang perlu melakukan publikasi ilmiah, mahasiswa tingkat akhir umumnya juga diwajibkan mempublikasikan skripsi, tesis, atau disertasi dalam bentuk artikel jurnal yang menjadi salah satu syarat kelulusan.

Kini, kesempatan menerbitkan artikel di jurnal nasional maupun internasional terbuka lebar untuk mahasiswa. Melalui pembinaan, pelatihan, dan kolaborasi penelitian bersama dosen pembimbing, mahasiswa bisa ikut menyumbang andil dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Sayangnya, masih banyak mahasiswa yang menganggap bahwa menulis jurnal ilmiah merupakan tugas berat, sehingga mereka cenderung menghindar dan enggan terlibat dalam proyek penelitian. Padahal, publikasi jurnal menawarkan beragam manfaat untuk mahasiswa loh, apa saja?

1. Asah Kemampuan Argumentasi

Mahasiswa dituntut untuk menyampaikan argumentasi secara ilmiah dan berdasarkan data, terutama pada hasil penelitian. Mahasiswa harus selalu ingat bahwa penelitian bertujuan untuk membuktikan hipotesa, sehingga jangan mengarang hasilnya dengan data keliru.

2. Meningkatkan Kemampuan Kerja Sama dan Menjelaskan Secara Sederhana

Menulis jurnal bagi mahasiswa biasanya didampingi oleh pembimbing sebagai penulis. Dengan demikian, beban kontribusi tidak dibebankan sendirian, melainkan bersama tim penulis. Mahasiswa bekerja sama dengan pembimbing untuk membantu penelitian dan proses submisi ke portal jurnal.

Selain itu, menulis jurnal juga meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk menjelaskan permasalahan secara sederhana. Gaya menulis jurnal ilmiah tidak seperti skripsi yang detail dan bertele-tele. Mahasiswa ditantang untuk menjelaskan penelitian dengan padat dan jelas. Skripsi mesti dirangkum dengan struktur yang mudah dipahami dan tidak mengurangi substansi.

3. Pembuktian Kompetensi dan Portfolio

Di samping sebagai syarat kelulusan untuk menyandang gelar sarjana, publikasi ilmiah bisa menjadi portfolio apabila ingin mendaftar beasiswa atau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Publikasi ilmiah juga bermanfaat sebagai rekam jejak kompetensi kamu loh!

4. Berkontribusi untuk Pengembangan Ilmu Pengetahuan

Tanpa adanya publikasi ilmiah, ilmu pengetahuan tidak akan berkembang. Terlebih, kita hidup pada zaman di mana riset sudah sangat maju dan berkembang. Proses pengembangan ilmu pengetahuan diperlukan untuk menyampaikan informasi yang dapat digunakan sebagai referensi dasar dalam pengembangan bidang ilmu tertentu.

5. Memperdalam Pemahaman di Bidang Ilmu Tertentu

Ketika menulis artikel ilmiah yang berkaitan dengan bidang ilmu yang dipilih, diharuskan untuk membaca referensi dari berbagai sumber, mulai dari jurnal, buku, artikel, publikasi ilmiah, dokumen negara, hingga berita harian. Semakin sumber yang dibaca, wawasan di bidang keilmuan yang sedang digali otomatis akan meningkat. Cara lain dalam melakukan penelitian adalah dengan terjun ke lapangan untuk mencari data primer.

Sekarang, sudah banyak jurnal terakreditasi yang menawarkan publikasi melalui Call for Paper. Ingat ya, jangan kirim naskah ke jurnal yang tidak membuka Call for Paper supaya jurnalmu bisa di-review dan memungkinkan untuk terbit. 

 Copyright stekom.ac.id 2018 All Right Reserved