• 09.00 s.d. 18.00

Sejak manusia lahir ke dunia ini tak lepas dari kegiatan proses belajar, baik  yang bersifat formal, non formal maupun informal. Belajar dalam islam harus dilakukan sejak lahir selagi hayat di kandung badan sampai sampai meninggal. Betapa islam mendambakan ilmu namun kita mungkin masih lemah dalam implementasi karena berbagai sebab.  Pendidikan formal didapatkan di sekolah sedang  pendidikan  non formal bisa diperoleh dimana saja dan kapan saja. Selain itu, pendidikan yang pertama kali didapatkan oleh seorang anak berasal dari lingkungan keluarga. Ada yang mengatakan bahwasanya ibu adalah madrasah pertama seorang anak, ibulah yang  mengajarkan, mendidik, dan mengasuh anak hingga ia dapat hidup mandiri. Seiring majunya zaman, banyak masyarakat yang mulai tergerak untuk menuntut ilmu lebih tinggi lagi, yaitu dengan melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Masyarakat mulai tersadar bahwasannya kemajuan jaman tidak dapat dicegah, apabila kita hanya berdiam diri tanpa mengikuti perkembangannya yang ada justru kita akan tergerus dan semakin tertinggal. Masyarakat mulai menyadari betapa pentingnya kualitas sumberdaya manusia. Ke depan kata kuncinya adalah kompetisi maka siapa yang ingin memenangkan sebuah kompetisi harus memiliki kompetensi baik hard skill maupun soft skill dan pendidikan mutlak diperlukan. Oleh karena itu, mau tidak mau kita harus mengikuti kemajuan jaman yang semakin canggih dan kaya akan teknologi. Perlukah  skripsi?

Mungkin beberapa mahasiswa merasa terbebani dengan adanya skripsi, hingga ada yang tertunda kelulusannya karena belum merampungkan tugas akhirnya yaitu skripsi. Namun, perlu diketahui bahwa skripsi memang penting adanya. Dengan demikian, unversitas dapat mengukur kualitas mahasiswanya berdasarkan skripsi yang dibuatnya. Saya rasa skripsi memang perlu, akan tetapi sebetulnya ada langkah lain yang dapat ditempuh oleh mahasiswa agar terlepas dari membuat skripsi. Di Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakaryta sendiri dilanda hot issue  akan rencana bebas skripsi.

Namun, setelah ditelisik lebih dalam lagi isu tersebut tidak semata-mata membebaskan mahasiswa dengan tugas akhir perkuliahan, sebagai gantinya mahasisnya dituntut untuk membuat publikasi yang berisi hasil riset sebanyak 10-15 halaman saja. Publikasi yang dilakukan pun memerlukan beberapa syarat diantaranya:

1.      Adanya dosen pembimbing

2.      Adanya seminar proposal

3.      Adanya ujian

Bedanya sengan skripsi yaitu terletak pada jumlah halaman yang ada, yang mana bentuknya mengalami perubhan yang mulanya 100-200 halaman menjadi hanya sekitar 10-15 halaman saja.

Selain publikasi, opsi yang lain yaitu dengan melakukan magang. Magang dilakukan oleh mahasiswa di suatu perusahaan yang masih ada kaitannya dengan disiplin ilmu yng dipelajarinya, contohnya saja mahasiswa geografi UMS baru aja magang di suatu perusahan gas(PGN) yang ada di Jakarta dan hasilnya sangat memuaskan. Kurang lebih selama 6 bulan lamanya ia harus magang disana dan menuntaskannnya agar lulus mata kuliah yang digantinya (pengganti skripsi 6 sks). Mahasiswa mengikuti seleksi yang cukup ketat sampai pada akhirnya ia lolos untuk magang.

Syarat dari magang sendiri hampir sama dengan publikasi, yaitu seperti yang disebutkan di atas. Magang pula dirasa lebih efektif daripada skripsi dan publikasi, karen ia langsung menerapkan dan mengaplikasikan secara langsung ilmu yng diperoleh serta langsung berinteraksi dengan pegawai perusahan. Oleh karena itu, mahasiswa akan memiliki pengalaman dn pengetahuan yang lebih di bidang teknik pekerjaan serta di bidang akademik.

Keduanya baik antara magang dan publikasi keduanya memiliki keunggulan tersendiri. Apabila magang mahasiswa langsung dapat mengimplementasikan langsung ilmu yang diperolehnya, tapi membutuhkan waktu dan biaya yang lebih. Apabila skripsi mahasiswa akan lebih mampu dalam hal pengerjaan riset, tapi mahasiswa tidak dapat berinteraksi langsung dengan keadaan sebenarnya di dunia kerja.

Penghapusan skripsi sendiri memang menguntungkan mahasiswa, akan tetapi fakultas mengalami kerugian karena mahasiswa akan kehilangan kemampuannya dibidang riset. Baik skripsi, publikaisi, ataupun magang ketiganya memiliki manfaat bagi mahasiswa. Diharapkan mahasiswa dapt menyelesaikan perkuliahan dengan lancar dan mendapatkan lapangan pekerjaan yang sesuai harapan.

 Copyright stekom.ac.id 2018 All Right Reserved