• 09.00 s.d. 18.00

Penerapan Kode Etik di Era Global

Di era global saat ini, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat  tidak hanya  di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi  sangat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, baik di bidang sosial, ekonomi maupun budaya. Secara ekonomi, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong  tumbuhnya perusahaan internasional yang beroperasi baik di dalam maupun di luar negeri. Dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, perusahaan-perusahaan internasional ini dapat bertukar informasi dan memulai bisnis dengan perusahaan lain yang melintasi batas negara.

 Melihat  pertumbuhan perusahaan internasional di seluruh negara di dunia pada era global, maka  setiap  akuntan harus meningkatkan kualitas dan standar auditnya sesuai dengan prinsip kode etik profesi akuntan internasional yang disusun oleh organisasi. Federasi Akuntan Internasional (IFAC). Sebagai asosiasi profesi akuntan internasional, IFAC melalui salah satu badannya yaitu International Accounting Education Standards Board (IAESB) telah menerbitkan kode etik akuntan yang berjudul “Code of Ethics for Professional Accountants”. Kode etik ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2008 sebagai bagian dari International Audit, Assurance and Ethical Standards Handbook, kemudian direvisi pada tahun 2009 dan terakhir pada tahun 2010 (Fitriyanti dan Suprihandari, 2022). Selain didirikan untuk memperkuat profesi akuntan dalam hal kualitas dan standar audit, IFAC juga menyelaraskan prinsip akuntansi dan standar auditing masing-masing negara, karena prinsip akuntansi dan standar kerja profesi akuntan di setiap negara terkadang berbeda satu sama lain. . . saling

 Secara umum, menurut IFAC, struktur kode etik profesi akuntan meliputi beberapa hal, antara lain 1) Tentang tugas kantor akuntan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, 2) Tentang tujuan (objectives) yaitu akuntan. mempunyai tugas untuk melakukan pekerjaan profesional, berbuat baik dan melindungi kepentingan umum, 3) Sesuai dengan kebutuhan dasar, yaitu. profesi akuntan harus memiliki kehandalan yang tinggi dan kemampuan untuk memberikan pelayanan yang berkualitas tinggi,

) Sesuai dengan kebutuhan dasar, laporan tahunan 2008 didasarkan pada prinsip-prinsip yang mengharuskan setiap profesi akuntan berperilaku jujur, obyektif, rahasia dan  profesional. Integritas adalah prinsip yang mengharuskan seorang akuntan untuk jujur ??dalam semua urusan bisnis. Objektivitas merupakan prinsip yang mewajibkan akuntan untuk menjaga profesionalitasnya dengan menghindari benturan kepentingan. Profesionalisme adalah prinsip yang mewajibkan Akuntan untuk memastikan bahwa setiap klien menerima jasa profesional yang berkualitas dan menyediakan jasa ahli yang memenuhi standar teknis kepada klien. Kerahasiaan adalah prinsip IFAC yang mewajibkan semua akuntan untuk tidak mengungkapkan informasi rahasia kepada pihak ketiga, kecuali ada hak atau kewajiban hukum untuk mengungkapkan informasi tersebut, dan tidak menggunakan informasi rahasia untuk realisasi kepentingan pribadi atau untuk kepentingan pihak ketiga. . .

 Copyright stekom.ac.id 2018 All Right Reserved