• (024) 6723456
  • komputerisasiakuntansi@stekom.ac.id
  • 09.00 s.d. 18.00

Opini semacam ini terkadang ada di benak fikiran sebagian di antara kita, yang memang memahami bahwa saat ini perkembangan teknologi computer dan teknologi informasi semakin hari semakin pesat sekali. Dengan adanya hal semacam itu, sebagian beranggapan bahwa ini kan menjadi tantangan atau bahkan ancaman bagi bidan akuntanasi kalau tidak mengikuti perkembangan yang ada saat ini. Pada negara berkembang, banyak sekali bisnis yang sedang tumbuh dan berkembang yang membutuhkan akuntan publik yang memang cukup banyak untuk dapat mengurus berbagai permasalah permasalahan yang sangat komplek terutama yang berkaitan dengan laporan keuangan dari bisnis tersebut sehingga akuntan publik harus memiliki pertimbangan secara profesional untuk analisis yang dilakukan

Bersaing dengan cara traditional di gambarkan oleh Michael Porter dalam bukunya M. Suyatno dalam industri manapun, apakah indrustri domestik atau international, apakah menghasilkan barang atau jasa,aturan persaingan tercakup dalam atau persaingan tercakup dalam lima faktor persaingan, yaitu masuknya pendatang baru, ancaman produk substitusi, daya tawar menawar pembeli, daya tawar menawar pemasok, dan persaingan di antara para pesaing yang ada.

Bisnis dalam abad informasi harus bersaing dalam pasar yang penuh tantangan, dengan perubahan yang cepat, kompleks,global sangat kompetitif dan berfokus dalam pelanggan.

Pada dasarnya kemampuan berfikir matematis adalah kemampuan esensial yang perlu di miliki oleh dan dikembangkan pada seseorang  yang belajar matematika. Rasional yang mendukung pernyataan di atas diantaranya karena kemampuan tersebut sesuai dengan visi matematika, tujuan pendidikan nasional, dan tujuan nasional, dan tujuan pembelajaran matematika yang di perlukan untuk menghadapi suasana bersaing yang semakin ketat. Matematika merupakan pengetahuan yang di perlukan manusia dalam memenuhi kebutuhan hiup, juga diperlukan untuk mempelajari ilmu dan pengethuan lainnya.

Perkembangan bidang sains dan teknologi yang begitu cepat dn menakjubkan, sesungguhnya telah berhutang kepada matematik. Di beberapa tahun terakhir, berbagai media menyajikan informasi melalui tentang profesi dan pekerjaan dimana manusia memiliki peran yang semakin berkurang. Alasan utamanya adalah terkait dengan perkembangan teknologi informasi, robot, komputerisasi, dan otomatisasi lainnya. Di satu sisi, profesi dan pekerjaan seperti kasir, karyawan bank, produksi dan manufaktur semakin berkurang, sedangkan di sini lain profesi dan pekerjaan seperti perekayasa perangkat-lunak, ahli gizi, dokter bedah, keuangan dan bisnis, matematika dan komputer, agrikultur, dsb semakin meningkat. Bagaimana dengan profesi akuntan? Diantara publikasi yang ada, Business Insider menyebutkan bahwa pekerjaan akuntan dan auditor akan diambil alih oleh peran robot/komputer dalam 20 tahun ke depan. Di berbagai sektor industri, perkembangan teknologi informasi, robot, computer, dan media daring telah membuat peran tenaga kerja manusia tergantikan.

PENYEBAB TERJADINYA PERUBAHAN KEBUTUHAN TENAGA KERJA

Perubahan kebutuhan tenaga kerja dikategorikan manjadi tiga berdasar urutan waktu: 1) telah terjadi, 2) sedang terjadi, dan 3) yang akan terjadi. Terjadinya perubahan besar di dalam kebutuhan tenaga kerja disebabkan oleh: 1) kemajuan teknologi; dan 2) perubahan demografi dan sosial-ekonomi. Perubahan yang disebabkan oleh tehnologi, diantaranya meliputi 1) Internet (smartphone/mobile) dan teknologi penyimpanan data online; 2) Kemajuan tehnologi computer dan Big Data; 3) Kebutuhan supli energi baru dan tehnolog inya; 4) Hal-hal yang dipicu oleh adanya internet; 5) Penggunaan sumber daya bersama oleh berbagai perusahaan; 6) Kemajuan tehnologi robot dan otomatisasi transport; 7) Kemajuan tehnologi mesin dengan kecerdasan buatan; 8) Kemajuan tehnologi percetakan tiga dimensi; dan 9) Kemajuan bioteknologi

Sebelum dapat memahami bagaimana tren tenaga kerja profesional akuntan, perlu dipahami area dimana profesi akuntan menjalankan perannya. Bidang di dalam akuntansi meliputi akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, akuntansi publik dan entitas nirlaba, pengauditan, sistem informasi akuntansi, dan akuntansi perpajakan. Apakah benar dimasa yang akan datang pekerjaan di setiap bidang akuntansi akan membutuhkan tenaga kerja yang semakin sedikit? Berikut ini penjelasan mengenai jenis pekerjaan yang melekat pada tiap bidang di dalam akuntansi. Pembahasan yang terkait dengan teknologi dan demografi sosial-ekonomi diberikan untuk memberi gambaran tren antar waktu pekerjaan/profesi akuntan.

Akuntansi Keuangan. Peran utama yang dilakukan oleh para akuntan profesional di bidang akuntansi keuangan adalah berkaitan dengan penyusunan dan penganalisaan informasi keuangan dalam pelaporan ke pihak eksternal. Saat ini, praktik yang berlaku umum terkait dengan pelaporan keuangan adalah dengan mendasarkan pada standar akuntansi keuangan atau biasa disebut sebagai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Di dalam kontek internasional, statemen keuangan disusun berdasar International Financial Reporting Standard (IFRS). IFRS diimplementasikan dengan pendekatan principle-based. PSAK, standar akuntansi yang di Indonesia, sebagaian besar mengadopsi IFRS. Hal ini berarti IFRS dan PSAK menggunakan pendekatan berbasis prinsip. Keuntungan mendasar dari akuntansi berbasis prinsip adalah bahwa pedoman yang luas dapat praktis untuk berbagai keadaan, sehingga lebih sesuai dengan ide IFRS sebagai satu standar yang dipakai secara global. Karakteristik yang melekat pada standar akuntansi berbasis prinsip adalah adanya potensi interpretasi yang berbeda untuk transaksi serupa. Masalah dengan standar akuntansi berbasis prinsip adalah kurangnya panduan yang seringkali memiliki masalah keterbandingan. Persyaratan yang ada terkadang dapat memaksa manajer untuk membuat pertimbangan (judgement) dan kebijakan (discretionary) dalam proses penyusunan statemen keuangan. Hal ini akan meningkat sejalan dengan peningkatan kompleksitas bisnis global. Aspek ini yang tidak memungkinkan untuk digantikan dengan teknologi, sehingga perkerjaan akuntan tidak serta merta bisa digantikan dengan teknologi informasi. Dari akspek demografi, mengingat standar akuntansi saat ini cenderung akan hanya satu dan dipakai secara global, kemungkinan ekspansi bisnis keluar domisili meningkat. Semakin meningkatnya bisnis secara global maka semakin meningkat kebutuhan akan akuntan karena setiap perusahaan (termasuk anak perusahaan) membutuhkan akuntan yang bertanggung jawab di dalam penyiapan statemen keuangan. Mutasi ahli (akuntan profesional) secara global cenderung akan terjadi. Hal ini akan berpengaruh pada variasi/pergeseran kebutuhan akuntan di berbagai negara. Sebuat negara yang tidak memiliki/tidak mampu menghasilkan akuntan profesional, kebutuhannya akan dipenuhi oleh akuntan dari negara lain.

Belajar dari tren perubahan tenaga kerja antar waktu dari berbagai industri dan berbagai penyebab terjadinya perubahan kebutuhan tenaga kerja. Sungguh, perkerjaan yang sifatnya repetisi, mekanistik, mudah diprediksi, dan tidak kompleks telah dan akan tergantikan oleh peran mesin, komputer, dan robot. Sebagian perkerjaan akuntan yang lekat dengan karakteriktik tersebut telah tergantikan oleh mesin dan komputer. Namun demikian, perkembangan standar akuntansi bebasis-prinsip membuka ruang judgement manusia.

 

Sumber : Alamsyah, Sakti, 2020, “Membumikan pelajaran Akuntansi Sebagai Rumpun Ilmu Pengetahuan Sosial, CV. Budi Utama, Yogyakarta.

M.Suyanto, 2005, “Pengantar Teknologi Informasi untuk Bisnis”, CV. Andi Offset, Yogyakarta

 Copyright stekom.ac.id 2018 All Right Reserved