• 09.00 s.d. 18.00

Ambil Jurusan IESP, Siap-siap Masa Depan Suram?

 

Tulisan ini disusun setelah membaca salah satu tulisan di Kompasiana yang ditulis oleh seorang alumni Fakultas Ekonomi Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP).

Sulitnya mencari pekerjaan bagi alumni IESP membuat penulisnya menyarankan agar di Fakultas Ekonomi, jurusan IESP ditutup saja.

Secara umum, ada 3 jurusan yang biasanya terdapat di sebuah Fakultas Ekonomi. Selain IESP, jurusan lainnya adalah Jurusan Manajemen dan Jurusan Akuntansi.

Memang, jika dilihat dari ketersediaan lapangan pekerjaan, sarjana dari jurusan akuntansi dan manajemen boleh dikatakan dibutuhkan oleh semua perusahaan.

Maksudnya, ilmu akuntansi dan ilmu manajemen yang dipelajari di bangku kuliah sangat relevan dengan pekerjaan di semua perusahaan.

Tapi, sulit atau gampangnya mencari pekerjaan, itu menjadi soal lain lagi. Jika dunia usaha lagi lesu, katakanlah karena terpukul dampak pandemi, maka banyak perusahaan yang menghentikan menerima karyawan baru.

Bahkan, karyawan lama pun banyak yang dirumahkan atau malah terkena PHK (pemutusan hubungan kerja).

Sehingga, lulusan akuntansi atau manajemen pun (yang setiap tahun selalu bertambah dalam jumlah yang cukup banyak) mengalami kesulitan juga mencari pekerjaan.

Adapun jurusan IESP yang di bangku kuliah banyak berkutat dengan ilmu ekonomi makro, teori moneter, fiskal, kebijakan publik (sekadar menyebut beberapa contoh mata kuliah saja), pada dasarnya dibutuhkan di semua lingkungan pemerintahan.

Bahkan, sambil guyon, mahasiswa IESP biasanya meledek anak manajemen dan akuntansi, dengan mengatakan jurusan IESP sebagai jurusan bagi calon menteri.

 

Tak salah juga guyonan tersebut, mengingat dari semua pejabat yang pernah jadi Menteri Keuangan, mayoritas berasal dari IESP, termasuk menteri sekarang ini Sri Mulyani.

Memang, dilihat dari karakteristik tugasnya, Kementerian Keuangan merupakan kementerian yang paling banyak membutuhkan lulusan IESP.

Selain itu, Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), banyak pula dihuni alumni IESP. Begitu pula dengan Bank Indonesia yang berfungsi sebagai bank sentral di negara kita.

Dosen menjadi peluang yang banyak diambil oleh lulusan IESP. Hanya saja, untuk menjadi dosen, saat ini minimal harus berijazah S-2. 

Makanya, banyak juga lulusan S-1 dari berbagai fakultas yang langsung ikut program S-2, antara lain karena tertarik untuk menjadi dosen.

Apalagi jenis profesi yang mengincar lulusan IESP? Peneliti di berbagai lembaga riset, menjadi tempat berkarier yang tepat pula.

Beberapa lembaga independen yang terkenal sebagai think tank bagi persoalan ekonomi adalah Indef (Institute for Development of Economics and Finance), CSIS (Center for Strategic and International Studies) dan The Habibie Center.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menjadi lahan pengabdian bagi banyak lulusan perguruan tinggi yang berjiwa idealis, termasuk lulusan IESP.

Jangan keliru, banyak perusahaan, terutama skala menengah ke atas (termasuk perusahaan BUMN), yang membutuhkan lulusan IESP.

Biasanya, alumni IESP tersebut direkrut untuk ditempatkan di kantor pusat, tepatnya di Divisi Perencanaan Strategis yang bertugas membuat corporate planning jangka panjang.

Ketika menyusun perencanaan tersebut, asumsi ekonomi makro (seperti tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, tingkat suku bunga), menjadi dasar untuk proyeksi keuangan perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.

 

Menarik pula mengamati perkembangan di bank-bank sejak belasan tahun terkahir ini. Hampir semua bank punya Chief Economist yang dibantu beberapa stafnya. Ini lagi-lagi keahliannya luluasan IESP.

Terlepas dari berbagai peluang di atas, jika melihat cara perusahaan besar merekrut fresh graduate, sebetulnya tidak terlalu mementingkan disiplin ilmu apa yang dipunyai seorang pelamar.

Yang penting, jika dari hasil seleksi terlihat pelamar yang punya prospek baik, besar kemungkinan akan diterima. 

Maka, jangan heran jika banyak sarjana pertanian yang menjadi bankir. Soalnya, semua yang direkrut akan mengikuti program pelatihan dulu, sehingga sarjana pertanian akan dibekali ilmu perbankan juga.

Seorang sarjana fisika nuklir bahkan sukses menjadi Direktur Utama Bank Mandiri. Namanya Budi Gunadi Sadikin yang sekarang menjabat sebagai Menteri Kesehatan.

Jadi, bagi para lulusan perguruan tinggi, siapkan diri sebaik-baiknya dalam berburu pekerjaan.

 

 Copyright stekom.ac.id 2018 All Right Reserved